“Suka makan telur untuk sarapan? Hati-hati, 3 makanan umum ini bisa menghambat penyerapan nutrisi penting jika dimakan bersamaan.”

div[data-widget-id="1868578"] { min-height: 300px; }

Perhatian untuk Lansia: 3 Makanan yang Sebaiknya Tidak Dikonsumsi Bersama Telur demi Penyerapan Nutrisi Maksimal

Bagi orang dewasa di atas usia 60 tahun, telur adalah sumber protein berkualitas tinggi yang luar biasa, mengandung kolin untuk kesehatan otak, serta lutein untuk dukungan mata. Namun, seiring bertambahnya usia, sistem pencernaan kita menjadi kurang efisien dalam menyerap nutrisi.

Beberapa kombinasi makanan sehari-hari ternyata dapat menghambat tubuh dalam menyerap mineral penting seperti zat besi yang ada dalam menu telur Anda. Berikut adalah tiga pasangan makanan yang sebaiknya Anda beri jarak konsumsinya.

Mengapa Kombinasi Makanan Penting bagi Lansia?

Proses pencernaan dan kadar asam lambung secara alami menurun seiring bertambahnya usia. Telur sangat padat nutrisi, namun senyawa dalam makanan tertentu dapat “mengikat” nutrisi tersebut atau bersaing dalam jalur penyerapan, sehingga manfaat telur tidak terserap 100% oleh tubuh.


3 Kombinasi yang Perlu Dihindari (Atau Diberi Jeda)

1. Makanan Tinggi Serat (Seperti Oatmeal atau Gandum)

Serat sangat baik untuk jantung dan pencernaan, namun serat tidak larut dapat mempercepat transit makanan di usus. Hal ini memperpendek “jendela waktu” bagi usus untuk menyerap mineral dari telur.

  • Solusi: Jika Anda menyukai keduanya, cobalah beri jeda 1–2 jam antara makan telur dan makan oatmeal agar protein terserap lebih maksimal.

2. Kopi atau Teh

Ini adalah kebiasaan pagi yang paling umum, namun tanin dan polifenol dalam kopi atau teh dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme (zat besi nabati dan telur) hingga 39–60%.

  • Solusi: Nikmati kopi atau teh Anda satu jam sebelum atau sesudah makan telur untuk memastikan tubuh mendapatkan asupan mineral yang cukup.

3. Produk Susu (Keju atau Susu)

Kalsium dalam keju atau susu bersaing dengan zat besi untuk diserap oleh tubuh. Jika asupan kalsium terlalu tinggi (sekitar 300–600 mg) dalam satu kali makan, penyerapan zat besi bisa terganggu.

  • Solusi: Cobalah makan telur rebus atau ceplok dengan sayuran terlebih dahulu, lalu konsumsi produk susu di waktu makan yang berbeda.


Tabel Referensi Cepat Jeda Makan

Pasangan Makanan Alasan Saran Jeda
Oatmeal / Sereal Mengikat mineral & mempercepat transit 1–2 Jam
Kopi / Teh Tanin menghambat zat besi 1 Jam
Keju / Susu Kalsium bersaing dengan zat besi 2 Jam

Cara Terbaik Menikmati Telur agar Lebih Bernutrisi

Daripada mencampurnya dengan bahan di atas, cobalah memasangkan telur dengan:

  • Makanan Kaya Vitamin C: Seperti tomat, paprika, atau perasan jeruk nipis. Vitamin C membantu meningkatkan penyerapan zat besi secara signifikan.

  • Lemak Sehat: Seperti alpukat. Lemak sehat membantu penyerapan nutrisi larut lemak seperti lutein yang ada pada kuning telur.

  • Sayuran Hijau: Bayam atau brokoli yang dikukus sebentar memberikan tambahan vitamin tanpa serat yang berlebihan.


Penafian: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan pengganti saran medis profesional. Kebutuhan nutrisi setiap individu berbeda-beda. Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda memiliki kekhawatiran tentang kekurangan nutrisi atau kondisi kesehatan tertentu.

Langkah selanjutnya:

Cara memasak telur juga memengaruhi kemudahan tubuh dalam menyerap proteinnya. Apakah Anda ingin saya menjelaskan perbedaan tingkat penyerapan nutrisi antara telur rebus, telur goreng, dan telur setengah matang?

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *